Membedah Hukum di Era Digital dari Perspektif Budaya dalam Membentuk Yuris Berintegritas

Hukum bukan teks kaku yang mati, hukum harus hadir memberikan kepastian dan keadilan yang nyata. Hukum merupakan pranata yang hidup dan senantiasa bergerak seiring dinamika masyarakat (living law). Pemikiran ini menjadi pijakan Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (FH UWM) dalam menyelenggarak Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peninjauan dan Perubahan Kurikulum Program Studi Hukum Berbasis Outcome-Based Education (OBE)”.   FGD yang berlangsung pada 30–31 Juli 2026 di Forriz Hotel Jl. HOS Cokroaminoto No. 60, ini menghadirkan perjumpaan pemikiran antara sivitas akademika FH UWM dengan para pemangku kepentingan (stakeholders), praktisi peradilan, alumni, hingga asosiasi profesi hukum.

Pertemuan lintas elemen ini menandai komitmen panjang FH UWM dalam merawat mutu pendidikan tinggi hukum yang relevan dengan tuntutan zaman serta mensinergikan akar kearifan local di Era Digital. 

Menautkan Teori dengan Kemahiran Nyata dalam kerangka Kurikulum OBE

Penataan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) mengacu pada kerangka regulasi pendidikan tinggi nasional terkini, khususnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Melalui orientasi pembelajaran pada kejelasan capaian pembelajaran yang benar-benar dikuasai oleh mahasiswa.  Proses pendidikan dirancang secara realistis dan terukur untuk menyeimbangkan tiga dimensi utama: penguasaan teori hukum (knowledge), kemahiran analisis serta praktik hukum (skills), dan pembentukan watak etik yang luhur (attitude).

Pembelajaran di FH UWM melalui metode penanganan kasus nyata, pengerjaan proyek berbasis tim, hingga perancangan dokumen hukum dan simulasi peradilan semu (moot court). Mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, logis, dan terstruktur secara bertahap.

Penegakan hukum masa kini yang penuh tantangan “etik” apalagi dengan hadirnya alat bantu artificial intelligence. Sarjana hukum kian diharapkan memiliki ketrampilan dan keteguhan moral sebagai modal sosial yang sangat berharga bagi diri sendiri maupun bangsa. 

Kurikulum Adaptif dan Keterhubungan dengan Dunia Kerja

Keterlibatan aktif para praktisi seperti hakim, advokat, jaksa, kepolisian dan notaris dalam FGD tersebut memastikan bahwa bahan kajian yang disusun FH UWM berdasar pada kebutuhan riil di lapangan kerja. Mahasiswa FH UWM diberikan ruang eksplorasi akademik di luar program studi.

Mahasiswa dapat memperkaya pengalaman belajar melalui berbagai bentuk kegiatan: 

  1. Magang dan Praktik Kerja: Terjun langsung di lembaga peradilan, kantor advokat, instansi pemerintah, maupun perusahaan swasta. 
  2. Riset dan Proyek Kemanusiaan: Melakukan kajian hukum empiris dan pendampingan hukum berbasis masyarakat. 
  3. Pertukaran Mahasiswa: Memperluas cakrawala keilmuan lintas institusi. 

Skema ini diharapkan membentuk lulusan FH UWM yang lebih siap melangkah ke berbagai bidang profesi hukum, baik sebagai penegak hukum, konsultan, birokrat, peneliti, maupun analis kebijakan yang adaptif terhadap dinamika teknologi digital.  Refleksi dan Harapan Perubahan Kurikulum ini merupakan cerminan dari kesadaran FH UWM bahwa kualitas seorang lulusan dibentuk oleh perencanaan kurikulum yang matang, pelaksanaan pembelajaran yang otentik, serta evaluasi ketercapaian yang berkelanjutan.  Bagi generasi muda yang ingin mendalami ilmu hukum secara mendalam dalam suasana akademik yang inklusif dan berbudaya, fakultas hukum Universitas Widya Mataram menyediakan ruang tumbuh bersama yang representatif, bagi berbagai latar belakang sekolah maupun profesi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top